Sabtu, 18 Februari 2012

k-a-d-o bwt buontot

Nah bulan ini itu (hlah bhsa apaan sih), jatahnya Bahar lagi ulang tahun “ swit sepentin” sangar pora?? Wayahe gwe KTP dan SIM ni. Dan kami sebagai kaka2 yang baik hati dan penuh kasih tentu saja sudah mempersiapkan something special bwt dibungkus tz di kasihkn ke bahar, sebut saja KADO..(*istilah itu ud ad dr dlu,kali).
SAMTINGnya udh ada,tinggl dibungkus aja maka jdlah KADO. Tapi karna blm dibungkus jd namanya msih SAMTING. Ini SAMTING kami beli udah dri minggu kmrn sebelum nana liburan ke malang. Karena gk sempet, jadi minggu ini bru mw ta bungkus, sendirian, cz nana udh berangkat 5hr yg lalu.
Ni dia hasilnya,taraaaaaaaa.......

Makna tersirat:
1. Mahkota,  dengan bertambah usia smga tambah dewasa dlm brsikap, mandiri, dan kelak bisa jadi pemimpin yg bijaksana.
2. Pita putih, tambah gede tambh luas jg pergauln. smoga hati senantiasa suci, bisa memilah2 mana baik dn buruk.
3. Motif bunga+hati, warna pink. Di toko yg palg bgus itu e, gk asik lah kl dbungkus kertas batik (dikira mw bca UUD ntr, hha).
4. Sedangkan isinya hmmm ada lah pokoknya, yang jelas bukan BUKU TULIS (emg lg lomba cerdas cermat?).
Sayangnya, kya e q gk bs kasih KADOnya langsung. Soale 23 Februari kan hr Kamis, q disemarang paling. Ah tp bs diatuur, biar ibuk yang ngatasi.haha kerjasama yg solid dah..

Tapi yg perlu diketahui, KADO berupa materi bukanlah yg utama. Melainkan DOA dri orang-orang yang tersayang dan menyayangi kita sesungguhnyalah yang paling istimewa,,

Selamat milad Bahar,,we’ll alwys love u

Selasa, 25 Oktober 2011

i love bahasa, i love my skrips #memotivasi diri

Selingan wae::::::::'''''''':::::::::::::disela2 ngutik2 maPropz

Boso jowo..knpo aq ngmbil ptk kwi y?pdhl sg jnenge plajarn bhsa ki ket cilik aq palig gk sneng..
pengalaman pelajaran bahasa:
pas SMA, bhs indonesia aq remidi dwe sa kelas.gro2 gk ngerti pola kalimat ki op?hedehh geblek tenan yak.wkwk
pas kuliah makul linguistk, aq nganti pgen muntah ta tertahankan gr2 kuliah 9 sks didadeke 1 pertemuan full.efek e sirahku mumet, perutq mual, pgen muntah, trutma tulg du2kq ..adduuuuhh dtmbah, pas kwi aq lg poso..bner2 ujian!!nymp kos klenger.
mulo iku aq tambah guuuaaak sneng jenenge bahasa bahasa bahasa bahasa...

eee lha kq mlh skrips aq ktm boso jwo,,haessh ckckck*geleng2
bner firman Allh: jangan berlebihan membenci sesuatu, bs jadi itu hal baik untukmu

yaws,i accept it. ktmu ne kwi y digarap w,smg diberi kelancaran dan kemudahan shg brhsil sukses trz lulus taun iki..AMIIINNN...

PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK

 A. Pengertian

Penilaian dalam pembelajaran tematik adalah suatu usaha untuk mendapatkan berbagai informasi secara berkala, berkesinambungan, dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak didik melalui program kegiatan belajar.

B. Tujuan

Tujuan Penilaian pembelajaran tematik adalah:
1. Mengetahui percapaian indikator yang telah ditetapkan
2. Memperoleh umpan balik bagi guru, untuk pengetahui hambatan yang terjadi dalam pembelajaran maupun efektivitas pembelajaran
3. Memperoleh gambaran yang jelas tentang perkembangan pengetahuan, keterampilan dan sikap siswa
4. Sebagai acuan dalam menentukan rencana tindak lanjut (remedial, pengayaan, dan pemantapan).

C. Prinsip

1. Penilaian di kelas I dan II mengikuti aturan penilaian mata-mata pelajaran lain di sekolah dasar. Mengingat bahwa siswa kelas I SD belum semuanya lancar membaca dan menulis, maka cara penilaian di kelas I tidak ditekankan pada penilaian secara tertulis.
2. Kemampuan membaca, menulis dan berhitung merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik kelas I dan II. Oleh karena itu, penguasaan terhadap ke tiga kemampuan tersebut adalah prasyarat untuk kenaikan kelas.
3. Penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator dari masing-masing Kompetensi Dasar dan Hasil Belajar dari mata-mata pelajaran.
4. Penilaian dilakukan secara terus menerus dan selama proses belajar mengajar berlangsung, misalnya sewaktu siswa bercerita pada kegiatan awal, membaca pada kegiatan inti dan menyanyi pada kegiatan akhir.
5. Hasil karya/kerja siswa dapat digunakan sebagai bahan masukan guru dalam mengambil keputusan siswa misalnya: Penggunaan tanda baca, ejaan kata, maupun angka.

D. Alat Penilaian

Alat penilaian dapat berupa Tes dan Non Tes. Tes mencakup: tertulis, lisan, atau perbuatan, catatan harian perkembangan siswa, dan porto folio. Dalam kegiatan pembelajaran di kelas awal penilaian yang lebih banyak digunakan adalah melalui pemberian tugas dan portofolio. Guru menilai anak melalui pengamatan yang lalu dicatat pada sebuiah buku bantu. Sedangkan Tes tertulis digunakan untuk menilai kemampuan menulis siswa, khususnya untuk mengetahui tentang penggunaan tanda baca, Jean, kata atau angka

Berikut adalah contoh penilaian yang dapat dilakukan guru:

A. Kewarganegaraan dan
Pengetahuan Sosial : Tes Lisan
• Menyebutkan peristiwa/kegiatan yang dialami
• Mengemukakan peristiwa/kegiatan yang berkesan
• Mengekspresikan perasaan waktu memberi kesan.

B. Bahasa Indonesia : Perbuatan
• Kelancaran membaca
• Melafalkan kata
• Melagukan/intonasi
• Cara bertanya jawab
Tugas
• Melengkapi kalimat

C. Ilmu Pengetahuan Alam
: Perbuatan
• Mendemonstrasikan cara menggosok gigi
: Lisan
• Menyebutkan cara memelihara gigi
• Menjelaskan manfaat menggosok gigi

E. Aspek Penilaian

Pada pembelajaran tematik penilaian dilakukan untuk mengkaji ketercapaian Kompetensi Dasar dan Indikator pada tiap-tiap mata pelajaran yang terdapat pada tema tersebut. Dengan demikian penilaian dalam hal ini tidak lagi terpadu melalui tema, melainkan sudah terpisah-pisah sesuai dengan Kompetensi Dasar, Hasil Belajar dan Indikator mata pelajaran.

Nilai akhir pada laporan (raport) dikembalikan pada kompetensi mata pelajaran yang terdapat pada kelas satu dan dua Sekolah Dasar, yaitu: Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial, Seni Budaya dan Keterampilan, dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan kesehatan.

Senin, 24 Oktober 2011

Taksonomi Bloom Terbaru

Revisi Taksonomi Bloom
Taksonomi Bloom ini telah direvisi oleh Krathwohl salah satu penggagas taknomi tujuan belajar, agar lebih cocok dengan istilah yang sering digunakan dalam merumuskan tujuan belajar.
Kita sering mengenalnya dengan C1 s.d. C6

Pada revisi ini , jika dibandingkan dengan taksonomi sebelumnya, ada pertukaran pada posisi C5 dan C6 dan perubahan nama. Istilah sintesis dihilangkan dan diganting dengan Create.


Berikut ini Struktur dari Dimensi Proses Kognitif menurut Taksonomi yang telah direvisi
Remember (Mengingat) , yaitu mendapatkan kembali pengetahuan yang relevan dari memori jangka panjang.
 1.1 Recognizing (mengenali)
 1.2 Recalling (memanggilan/mengingat kembali)

Understand (Memahami), yaitu menentukan makna dari pesan dalam pelajaran-pelajaran meliputi oral, tertulis ataupun grafik.
 2.1 Interpreting (menginterpretasi)
 2.2 Exemplifying (mencontohkan)
 2.3 Classifying (mengklasifikasi)
 2.4 Summarizing (merangkum)
 2.5 Inferring (menyimpulkan)
 2.6 Comparing (membandingkan)
 2.7 Explaining (menjelaskan)

3 Apply (Menerapkan), yaitu mengambil atau menggunakan suatu prosedur tertentu bergantung situasi yang dihadapi.
 3.1 Executing (mengeksekusi)
 3.2 Implementing (mengimplementasi)

4 Analyze (menganalisa), yaitu memecah-mecah materi hingga ke bagian yang lebih kecil dan mendeteksi bagian apa yang berhubungan satu sama lain menuju satu struktur atau maksud tertentu.
 4.1 Differentianting (membedakan)
 4.2 Organizing (mengelola)
 4.3 Attributing (menghubungkan)

Evaluate (mengevaluasi), yaitu membuat pertimbangan berdasarkan kriteria dan standar.
5.1 Checking (memeriksa)
5.2 Critiquing (mengkritisi)

Create (menciptakan), yaitu menyusun elemen-elemen untuk membentuk sesuatu yang berbeda atau mempuat produk original.
6.1 Generating (menghasilkan)
6.2 Planning (merencanakan)
6.3 Producing (memproduksi)

 Proses kognitif meaningful learning atau yang melibatkan proses berpikir kompleks bisa digambarkan dari struktur ke C2 hingga ke C5.
 

Kamis, 20 Oktober 2011

Menyusun PTK (belajar dari pengalaman)

1. Langkah awal yang harus dilakukan adalah menyusun identifikasi masalah terlebih dahulu, setelah itu baru mengajukan judul.
Jangan terbalik kya saya, nanti jadinya bingung sendiri .yakinn..

2. Masalah yang anda PTK kan, adalah masalah yang benar adanya tidak dibuat- buat. Tapi tetap harus memilih (mapel apa, metode apa) yang sekiranya mudah untuk dijalani kedepannya (kajian empirisnya banyak, referensi gampang dicari, dll).

3. Jangan terpengaruh untuk cepat2 mengajukan judul. Pikirkan dulu masak2, pertimbangkan kemampuan diri, slow but sure. Ingatlah ini akan berlangsung terus menerus secara bertahap dan berkelanjutan. Jadi dari awal harus benar- benar OK agar ketika dimintai pertanggungjawaban (sidang) kita tidak kelabakan.

4. Mengenai Dosbing jangan kuatir, kalau kita bisa mempertahankan hasil karya kita, insyAllah semua aman.
Dan kita akan bisa mempertahankan hasil karya kita kalau itu memang benar2 "hasil karya" kita sendiri, tanpa direkayasa, data- data yang kita dapatkan benar2 valid dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sementara baru ini yang saya peroleh, mudah mudahan kita bisa belajar dari sini,,,

Rabu, 12 Oktober 2011

12 Ciri Mahasiswa Tingkat Akhir


1. Rajin ke Perpustakaan. 
Mahasiswa tingkat akhir, pastinya disuruh banyak cari referensi, entah itu jurnal atau skripsi dari alumni, mau tidak mau mereka wajib mencari bahan di perpustakaan kampus atau perpustakaan daerah. Jika yg awalnya mereka cuma sekali dalam 1 semester ke perpustakaan, bisa dipastikan dengan adanya skripsi mereka harus ke perpustakaan berkali-kali, biar dapet revisi banyak
2. Rajin Searching. 
Selain ke perpustakaan, banyak mahasiswa yang diharuskan cari-cari bahan tambahan di internet, mau tidak mau (pasti mau) mereka searching bisa sampai berjam-jam lamanya. Tapi mungkin kebanyakan ngaskus (pakai kaskus.us), ngetweet (pakai twitter) & fesbuk (pakai facebook) ketimbang cari bahan.
3. Rajin Beli Kertas & Tinta. 
Kalau yang ini pasti, mahasiswa pasti membutuhkan yang namanya kertas dan tinta untuk nge-"print" skripsi yang sudah mereka buat ... tapi tidak jarang juga, mahasiswa jadi boros sama kertas, alasannya kalau tiap bab di konsultasikan ke dosen, biasanya banyak yang dicoret-coret dan harus ulang lagi. Bahkan bisa makan dan bikin bantal itu tumpukan kertas.
4. Begadang. 
99 % kemungkinan banyak mahasiswa yang begadang, apalagi kalau sudah masuk deadline. Bisa sampai jam 2 malam, jam 3, jam 4 pagi ... bahkan sampai tidak tidur.
5. Makan Tidak Teratur. 
Kadang terlalu sibuknya mahasiswa, dari kost, kampus, perpustakaan, ketemu dosen dan blaa ... blaaa ... blaaaaa ... menyebabkan mereka makannya tidak teratur ... pagi sarapan, siang ngemil saja, malam tidak makan, tapi tengah malam sambil begadang mereka ngemil lagi.
6. Duit Cekak. 
Cekak atau malah sama sekali tidak punya uang sudah biasa di kalangan mahasiswa ... yaaapp ... jalan satu-satunya adalah UTANG. Sudah tidak terhitung berapa banyak mahasiswa di Indonesia yang Utang untuk menutupi krisis di akhir semesternya ... mau minta kiriman orang tua, malu karena bulan ini minta 2x ... Kalau untuk tingkat akhir, ada juga yang riset atau analisa, dan membutuhkan dana yang lumayan banyak ... bisa jadi satu sampel analisa biaya penelitian mencapai lebih dari 300 ribu, bayangkan saja jika banyak sampel yang harus diteliti ... tambah bokek saja si mahasiswa
7. Nunggu Dosen Sampai Kering dan Keriting. 
Males banget jika sudah seperti ini, kalau harus nunggu dosen yang tidak pasti datangnya, di telpon janjinya 1 atau 2 jam lagi ternyata setelah berjam-jam tidak kelihatan juga ... ampun deh
8. Riset Gagal. 
Di sini parahnya, kalau misalkan riset / analisa gagal di tengah jalan, apalagi kalau sudah di desak dosen untuk cepat selesai ... apa tambah tidak dongkol kita ... bayangkan berapa usaha yang kita lakukan, berapa duit yang kita keluarkan ... jika ngebayangin itu ... menyedihkan
9. D.O.W.N. 
Jangan sampai ini terjadi dengan anda, merasa putus asa, dan tidak ada semangatnya lagi, hal ini bisa terjadi karena : riset gagal, jenuh, melihat temennya sudah selesai, minder dll ... ketika kita merasa down, cari variasi baru atau refresh-kan pikiran sejenak untuk meninggalkan masalah skripsi ... yang penting cari suasana baru. Tapi inget jangan terlalu kebawa enak, nanti skripsinya dilupakan
10. Emosi Tidak Stabil. 
Mungkin karena pengaruh suasana, mahasiswa kadang-kadang jadi emosional ... Kesabaran mendadak hilang, emosi menjadi tinggi, hilang nafsu makan yang membuat tensi darah turun (eh naik juga kadang), membuat tidak bisa berfikir jernih untuk mengerjakan tugas akhir ... kadang juga marah-marah tidak jelas, kadang nangis, kadang mengurung diri di kamar ... ya ... membayangkan skripsi mereka yang tidak selesai ... memang tidak semua, tapi pasti ada beberapa ...? Ohhhh ... My God ... miris rasanya dengan kondisi seperti ini, terdesak, stress, tekanan batin, depresi ringan,
11. Ditelepon. Ini yang kadang bikin sedih dan gelisah, di saat orang tua dan kakak menanyakan "kapan kamu lulus ?? Kapan kami bisa menghadiri wisudamu ?? " di satu sisi orang tua yang selalu memberikan kiriman uang, ibu yang selalu mendo’akan setiap terbangun dari malam nya ...
12. Pacaran Bisa Terganggu. 
Bagaimana tidak, jika hari sabtu saja bukan pacaran dengan kekasih pujaan hati yang unyu unyu unyu ... tetapi malah pacaran dengan skripsi dan laptop. Pacar asli sekarang = Laptop, Pacar Ke-100 ya Pacar Anda. Deritanya lagi kalau punya pacar tidak pengertian, bisa-bisa hal itu jadi penghambat.
Sumber:
http://asamdurian.blogspot.com/2011/10/12-ciri-mahasiswa-tingkat-akhir.html